Cerita Untuk Mu.....

  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
Posted by Unknown - - 1 komentar

Secara geografis Indonesia merupakan Negara yang berada di wilayah Asia Tenggara, dan menjadi salah satu perintis, serta pelopor berdirinya ASEAN. Letak geografis Indonesia yang berada diantara dua samudera yaitu Samudera Pasifik dan Samudera Atlantik, serta diapit oleh dua benua, yaitu Benua Asia dan Benua Australia, jika dilihat dari system ketatanegaraan Negara Indonesia merupakan yang paling demokratis dibanding Negara-negara ASEAN lainnya.

Dalam Pasal 1 ayat 1 UUD Negara republik Indonesia tahun 1945 dijelaskan bahwa: “Indonesia adalah Negara Kesatuan yang berbentuk Republik”. Dan diperjelas lagi dalam ayat 2 nya Undang-Undang Dasar Negara republik Indonesia tahun 1945 bahwa: “kedaulatan berada di tangan rakyat, dan dilaksanakan menurut UUD”. Sedangkan sistem pemerintahannya yaitu negara berdasarkan hukum (rechsstaat). Dengan kata lain, penyelenggara pemerintahan tidak berdasarkan pada kekuasaan lain (machsstaat). Melihat system pemerintahannya berlandaskan pada hukum, maka dapat dikatakan bahwa Indonesia bukan merupakan Negara yang bersifat absolutisme (kekuasaan yang tidak terbatas). Semenjak lahirnya reformasi pada akhir tahun 1997-an, Bangsa dan Negara Indonesia telah mengalami perubahan system pemerintahan, yaitu dari pemerintahan yang berbentuk sentralistik menjadi desentralisasi atau otonomi daerah.

Rakyat cermin negara

Berdasarkan naskah asli UUD 1945 dinyatakan bahwa kedaulatan ada di tangan rakyat dan dilakukan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat. Dengan kata lain MPR adalah penyelenggara dan pemegang kedaulatan rakyat. MPR dianggap sebagai penjelmaan rakyat yang memegang kedaulatan negara (Vertretungsorgan des Willems des Staatvolkes). Akan tetapi setelah dilakukan Amandemen terhadap UUD 1945, maka bunyi Pasal 1 ayat (2) tersebut menjadi “Kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut UUD”. Jadi setelah dilakukan Amandemen terhadap UUD, kedaulatan tersebut murni berada ditangan rakyat yang ketentuan lebih lanjut diatur didalam Undang-Undang.

Sedangkan dalam Pasal 2 ayat (1) dijelaskan bahwa Majelis Permusyawaratan Rakyat terdiri atas anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) yang dipilih melalui pemilihan umum dan diatur lebih lanjut dengan Undang-Undang. Keanggotaan MPR ini diresmikan dengan Keputusan Presiden (Pasal 3 UU SUSDUK MPR), masa jabat keanggotaan MPR adalah lima tahun dan akan berakhir pada saat keanggotaan MPR yang baru mengucapkan sumpah atau janjinya.

Jelas dikatakan diatas bahwa bentuk pemerintahan negara Indonesia adalah Republik, sedangkan sistem pemerintahan adalah Presidensial. yaitu pemegang kekuasaan eksekutif adalah Presiden yang merangkap sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan. Pada awalnya Presiden dan wakilnya dipilih dan diangkat oleh MPR untuk masa jabatan 5 tahun. Namun pada pemilu tahun 2004, Presiden dan Wakil Presiden dipilih secara langsung oleh rakyat dalam satu paket untuk masa jabatan tertentu. Kemudian kabinet atau menteri diangkat dan diberhentikan oleh presiden, serta bertanggung jawab kepada presiden.

Kekuasaan yudikatif dalam pemerintahan indonesia dijalankan oleh Mahkamah Agung dan badan peradilan di bawahnya, yaitu pengadilan tinggi dan pengadilan negeri serta sebuah Mahkamah Konstitusi dan Komisi Yudisial.

Dengan demikian dapat dipahami bahwa dalam perkembangan sistem pemerintahan presidensial di negara Indonesia (terutama setelah amandemen UUD 1945) terdapat perubahan-perubahan sesuai dengan dinamika politik bangsa Indonesia. Hal itu diperuntukkan dalam memperbaiki sistem presidensial yang lama. Perubahan baru tersebut antara lain, adanya pemilihan presiden langsung, sistem bikameral, mekanisme cheks and balance dan pemberian kekuasaan yang lebih besar pada parlemen untuk melakukan pengawasan dan fungsi anggaran.
Secara umum dengan dilaksanakannya amandemen Undang-Undang Dasar 1945 pada era reformasi, telah banyak membawa perubahan yang mendasar baik terhadap ketatanegaraan (kedudukan lembaga-lembaga negara), sistem politik, hukum, hak asasi manusia, pertahanan keamanan dan sebagainya.

Perilaku pemerintah

Pemerintah merupakan Lembaga Negara yang bertujuan menciptakan kesejahtraan Rakyat. pemerintah terdiri dari pemerintahan pusat dan pemerintahan daerah, yang mana kekuasaan terbesar berada ditangan pemerintahan pusat karna sesuai dengan lingkupnya yaitu negara, sedangkan pemerintah daerah hanya memiliki kekuasaan dalam lingkup wilayah/daerah tertentu saja. Dalam pemerintahan hak dan kewajiban pemerintah telah ditentukan sesuai dengan aturan yang telah ada, aturan ini mencakup banyak hal beruapa tata kerja pemerintahan sampai dengan perbuatan pemerintahan/perilaku pemerintah.

Perilaku pemerintah dewasa ini menjadi topik yang sangat menarik dibahas, terutama dalam mewujudkan aparatur pemerintahan yang bersih dan berwibawa. Kecenderungan gejala yang timbul dewasa ini adalah aparat pemerintah dalam pelaksanaan tugasnya sering melanggar aturan-aturan yang telah ditetapkan (Mal Administrasi), Dalam melaksanakan tugas-tugasnya yang tercermin lewat fungsi pokok pemerintahan, yaitu fungsi pelayanan, fungsi pengaturan atau regulasi dan fungsi pemberdayaan masyarakat. Berbicara tentang perilaku pemerintahan berarti kita berbicara tentang bagaimana aparat pemerintahan tersebut dalam melaksanakan fungsi dan tugasnya sesuai dengan ketentuan aturan yang seharusnya dan semestinya yang pantas untuk dilakukan dimana telah ditentukan dan diatur untuk ditaati serta dilaksanakan.

Perilaku pemerintah kadangkala membuat keresahan bagi masyarakat, dimana kewenagan-kewenagan yang dibuat sering bertentangan. Hal ini disebabkan karena peraturan-peraturan yang dibuat oleh pemerintah itu sering tidak sesuai dengan keadaan dan kondisi masyarakat itu sendiri. Dalam pembuatan peraturan-peraturan baik itu Undang-Undang, atau bagi pemerintah daerah yang membuat Perda (Peraturan Daerah), sering kali dalam proses sosialisasinya terjadi konflik dalam masyarakat itu sendiri.

Tangan Parpol di Pemerintahan

Seorang legislatif maupun eksekutif mereka semua itu tidakkan pernah lepas dari sebuah Partai Politik. Yang mana Partai tersebut yang telah membawa mereka kedalam keanggotaan pemerintah dalam literatur ketatanegaraan. Dengan demikinan hubungan diantara Partai Politik dan anggota pemerintahan sangatlah erat, banyak kebijakan-kebijakan pemerintah yang dibuat sebenarnya semuanya itu merupakan unsur dari kebijakan-kebijakan Partai Politik, yang sengaja dibuat demi tercapainya tujuan dari Partai Politik itu sendiri.

Mereka para Partai Politik lebih mementingkan kepentingan pribadi Partainya dari pada kepentingan umum, yakni ingin mendapatkan kekuasaan dalam sistem pemerintahan. Dengan kekuasaan tersebut parpol dengan mudah menjalankan kebijakan-kebijakan yang sudah mereka rancang demi kesejahtraan pribadi Partainya.

Dengan demikian itu, mereka menggunakan berbagai macam cara, strategi, siasat, serta tehnik dalam tercapainya tujuan tertentu. Yakni dengan cara perekrutan-perekrutan para tokoh-tokoh, para artis atau selebritis, yang nantinya kepopuleritasan mereka digunakan dalam usaha mencapai tujuan Politik Partai. Kemudian melakukan pendekatan-pendekatan secara struktural terhadap para kaum cendikiawan yaitu para mahasiswa, dengan menanamkan dokrin-dokrin perjuangan serta memasukan unsur-unsur agama dalam pelaksanaan Politik Partainya.

Begitu banyak intrik-intrik pemerintahan Negara ini. Mulai dari terbentuknya sampai dengan pelaksanaan pemerintahan itu sendiri, namun apakah kesadaran dapat terwujud didalam literatur pemerintahan Negara ini, supaya pemerintahan dinegara ini menjadi baik. Semoga.

Muhammad Sholihin

Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada

Sumber: Kiprah, Jogja Raya, 6 juni 2011, (Jawa Pos)



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
Posted by Unknown - - 2 komentar

Dewasa ini dunia pendidikan diindonesia sangat tercoreng akibat prilaku anarkis peserta didik. Pendidikan berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yang sebenarnya berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional, dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman, kini telah berubah.

UU SISDIKNAS No. 20 Tahun 2003 menjelaskan bahwa “Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat”.

Dalam Ilmu filsafat, pendidikan sering diartikan sebagai upaya mengembangkan potensi-potensi manusiawi peserta didik baik potensi fisik potensi cipta, rasa, maupun karsanya, agar potensi itu menjadi nyata dan dapat berfungsi dalam perjalanan hidupnya. Dasar pendidikan adalah cita-cita kemanusiaan universal. Pendidikan bertujuan menyiapkan pribadi dalam keseimbangan, kesatuan, organis, harmonis, dinamis, guna mencapai tujuan hidup kemanusiaan.

Menurut Ki Hajar Dewantara (Bapak Pendidikan Nasional), Pendidikan adalah segala daya upaya untuk memajukan budi pekerti, pikiran serta jasmani anak, agar dapat memajukan kesempurnaan hidup yaitu hidup dan menghidupkan anak yang selaras dengan alam dan masyarakatnya. John Dewey (Bapak Pendidikan Amerika), juga mengatakan, Pendidikan itu meruapakan suatu proses pembaharuan makna pengalaman, hal ini mungkin akan terjadi di dalam pergaulan biasa atau pergaulan orang dewasa dengan orang muda, mungkin pula terjadi secara sengaja dan dilembagakan untuk menghasilkan kesinambungan sosial. Proses ini melibatkan pengawasan dan perkembangan dari orang yang belum dewasa dan kelompok di mana dia hidup.

Dapat ditarik pemahaman bahwa pendidikan akan mampu menjadikan seseorang untuk berubah dewasa, mampu menciptakan keseimbangan social, dan menjadikan kesempurnaan dalam hidup.

Kekerasan didunia Pendidikan

Kekerasan, sebuah kata yang merupakan fakta dari perubahan perilaku para pelajar pendidikan sekarang ini. Memang sangat tidak pantas rasanya seorang yang berpendidikan berbuat sesuatu kekerasan, namun ini adalah sebuah kenyataan yurudis dari sebuah perubahan besar didunia pendidikan. Dengan dilatarbelakangi semua itu, Apakah kekerasan itu sebuah rencana ataukah sebuah budaya, atau pula suatu pengalaman belaka saja ?

Dalam Analisis Sosiologi Pendidikan, penyebab sering terjadinya kekerasan didunia pendidikan dikarnakan beberapa hal. Pertama, kekerasan dalam pendidikan muncul akibat adanya pelanggaran yang disertai dengan hukuman, terutama fisik. Dimana ada pihak yang melanggar dan pihak yang memberi sanksi. Bila sanksi melebihi batas atau tidak sesuai dengan kondisi pelanggaran, maka terjadilah apa yang disebut dengan tindak kekerasan. Kedua, kekerasan dalam pendidikan bisa diakibatkan oleh buruknya sistem dan kebijakan pendidikan yang berlaku. Muatan kurikukum yang hanya mengandalkan kemampuan aspek kognitif dan mengabaikan pendidikan afektif menyebabkan berkurangnya proses humanisasi dalam pendidikan. Ketiga, kekerasan dalam pendidikan dipengaruhi oleh lingkungan masyarakat dan tayangan media massa yang memang belakangan ini kian vulgar dalam menampilkan aksi-aksi kekerasan. Keempat, kekerasan bisa merupakan refleksi dari perkembangan kehidupan masyarakat yang mengalami pergeseran cepat, sehingga meniscayakan timbulnya sikap instant solution maupun jalan pintas. Dan, kelima, kekerasan dipengaruhi oleh latar belakang sosial-ekonomi pelaku, *(Analisis Sosiologi Pendidikan).

Banyak para pihak yang mengatakan factor lain penyebab terjadinya kekerasan adalah etika yang kurang baik. Padahal kalau dipikir proses penerapan etika sudah dimuai dari tingkat pendidikan yang paling rendah, yaitu mulai dari TK sampai ketingkat perguruan tinggi, bahkan diluar pendidikan formal itu sendiripun juga masih mendapatkan binaan mengenai etika.

Ketika kita mengedahkan kepala ke atas dan menarik kedua belah mata mengikuti alunan kepala, kita akan berpikir, bahwa seperti inikah pemuda-pemuda pengganti cendikiawan yang akan duduk diatas kursi kekuasaan kelak. Mau dibawa kemana negri ini? kalau para pemuda-pemuda penerus generasi berkelakuan seperti itu.

Sebenarnya pendidikan yang baik dapat terlaksana, asalkan kita mampu untuk memilih serta memilah sesuatu yang positif dari suatu proses perubahan zaman. Kemudian tetap menyadari bahwa sikap kekerasan didunia pendidikan dapat menyebabkan kerusakan Negara dimasa depan.

Oleh: Muhammad Sholihin

Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada,

Sumber: Jogja Raya, 16 Juni 2011. (Jawa Pos)



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
Posted by Unknown - - 0 komentar

TAPAK SUCI, Didirikan pada 31 Juli 1963 di kampung Kauman, Yogyakarta. Keilmuannya terdiri dari pembinaan ragawi dan non-ragawi, termasuk Al Islam dan Ke-Muhammadiyah-an. Motto dari TAPAK SUCI adalah "Dengan Iman dan Akhlaq saya menjadi kuat, tanpa Iman dan Akhlaq saya menjadi lemah". Perguruan Pencak Silat TAPAK SUCI, merupakan perguruan pencak silat terbesar diindonesia Tapak yang telah berkembang pesat. baik itu dikota-kota besar maupun di daerah-daerah terpencil, bahkan didunia pada saat ini. Tapak Suci memiliki banyak sekali atlit-atlit yang mampu bersaing dalam setiap kejuaran baik nasional maupun internasional.

besarnya tapak suci mampu memerahkan kabupaten Rokan Hilir.

LAHIRNYA TAPAK SUCI DI ROKAN HILIR.

Rokan Hilir merupakan salah satu kabupaten terbaik di Propinsi Riau. Sumber daya alam yang melimpah menjadikan cirri kas Rokan Hilir. Rokan hilir memiliki banyak memiliki banyak sekali keunggulan baik itu sumber daya alamnya ataupun sumber daya manusianya, bakat-bakat yang terpendam menjadi modal utama untuk melaju kepada piramida keagungan. Begitu juga bakat-bakat dibidang olah raga.

Singkat cerita. Di sebelah utara kota rokan hilir terdapat sebuah kecamatan bernama Bangko Pusako, BALAM, disana ada sebuat sekolah islam swasta yang berdiri sudah sanagat lama. yaitu MTs Ikhlasiyah, yang terletak tepatnya di Km. 15 bangko bakti.

Pada awal tahun ajaran baru 2003/2004 MTs ikhlasiyah kedatangan seorang kariawan baru asal kota medan. Dia bekerja sebagai guru di ikhlasiyah. Namanya Rustam Efendi Lubis. Rustam adalah seorang guru bahasa arab sekaligus merangkap sebagai guru Olahraga di MTs Ikhlasiyah, setelah beberapa bulan mengajar di ikhlasiyah rustam merasakan ada bakat khusus siswa/I disekolah yang sederhana itu. dia memiliki filing bahwa sekolah tersebut memiliki potensi besar untuk meraih prestasi, khususnya di bidang Olahraga, akhirnya timbulah niat yang kuat dari Rustam untuk merubah sekolah tua itu menjadi sekolah yang unggul dan berpertasi dibidang keolahragaan.

pencak silat menjadi pilihan utama olehnya, rustam berniat bahwa pencak silat akan menjadi roda untuk motor prestasi ikhlasiyah.

Tapak Suci, kunci prestasi

Rustam adalah kader Tapak Suci dari Kota Medan, pada waktu itu rustam masih menduduki tingkatan sebagai Kader Dasar. Tingkatan kader sudah dasar sudah cukup baginya untuk memerahkan ikhlasiyah dengan prestasi.

Akhirnya pada bulan November dibuatlah Formulir-Formulir pendaftaran. Yang waktu itu pendaftaran yang ia lakukan menggunakan system glombang. Pada gelombang pertama, sungguh tidak disangka dan tidak diduga sekolah yang hanya 3 ruang kelas itu memberikan apresiasi yang besar Subhanallah. pendaftaran pertama menjadi modal untuk memotivasinya dalam mengajar pencak silat, paling tidak timbul rasa semangat dalam diri rustam. Pada pendaftaran pertama ini alhadullah banyak siswa/I yang ikut dan menjadi murid pertama Rustam ada sekitar 50 siswa yang mendaftar, kemudia berkelang satu minggu setelah pendaftaran pertama, lalu diadakan kembali pendaftaran gelombang ke 2 (dua), namun pada pendaftaran ke 2 ini tidak begitu banyak siswa/I yang mendaftar dibandingkan dengan gelombang pertama tadi.

"DENGAN IMAN DAN AKHLAK" pada 14 desember 2003, LAHIRLAH PERGURUAN PENCAK SILAT TAPAK SUCI Rokan Hilir, di bawah seorang kader tapak suci dari kota medan yang "Rustam Effendi Lubis”.

Memang tak semudah menggoreskan pena pada kertas, perjalanan Taapak suci rokan hilir melewati waktu-waktu yang berat. Para siswa/I yang meluntur menjadi saksi perjalanan tapak suci rokan hilir. Namun Beruntunglah rustam telah memiliki beberapa siswa/I yang tetap konsisten dalam mengejar prestasi.

Awal tahun 2005 para siswa/I tapak suci kurang dari 20 orang. Namun siswa/I tersebut telah tertanam niat yang besar untuk meraih prestasi. Kemudian mereka para siswa/I tapak suci beranggapan “kita semua adalah saudara”.

Inilah yang menjadi modal utama rustam untuk terus semangat mengajarkan keilmuan-keilmuan pencak silat tapak suci.

Dimulainya Prestasi Tapak Suci Rokan Hilir

Sebenarnya prestasi pencak silat tapak suci secara tidak formal sudah lama terjadi, yaitu dengan adannya pertandingan-pertandingan persahabatan dengan perguruan tapak suci dikabupaten lain. Salah satunya kabupaten bengkalis, yang keberadaanya sudah jauh ada sebelum tapak suci rokan hilir. Namun masalah kehebatan dalam bertanding tapak suci rokan hilir terakui oleh tapak suci bengkalis, yang dibuktikan dengan banyaknya pemenang dari pihak tapak suci rokan hilir dalam pertandingan persahabatan di duri bengkalis.

Pada tahun 2006 Akhirnya tapak suci rokan hilir mampu menciptakan atlit-atlit handal di bawah naungan rustam dan telah menunjukan kesuksesannya dalam melatih siswa/I ikhlasiyah, kesuksesan tapak suci rokan hilir ini terlihat pada ikut sertanya tapak suci dalam kejuaranan pencak silat tingkat daerah di rokan hilir.

POPDA 2006.

Pada POPDA ini tapak suci rokan hilir hanya mengirimkan 9 atlit pencak silat, yang terdiri dari 5 putra dan 4 putri yang mewakili kecamatan Bangko Pusako, dengan sangat luar biasa tapak suci rokan hilir mampu menjadi juara Umum pencak silat dalam kejuaraan daerah se kabupaten rokan hilir, dengan peraihan mendali 6 mendalai emas dan 3 mendalai perak.

Selanjutnya diteruskan pada POPDA propinsi walaupun mendapatkan hasil yang kurang memuaskan, pada waktu itu perwakilan tapak suci rokan hilir dalam ajang kejuaraan tingkat propinsi hanya mampu memberikan sumbangan mendalai perunggu yang diraih oleh : Muhammad Sholihin.

Namun keberuntungan tapak suci rokan hilir tidak sampai disitu. Buktinya 3 siswa tapak suci rokan hilir mendapatkan pelatihan dalam PPLP pencak silat yang diselenggarakan oleh dispora rokan hilir. Yang jumlah pesertanya terbanyak dari pada perguruan silat lain.

Dan masih banyak sekali prestasi-prestasi yang diraih oleh tapak suci rokan hilir, dan sekarang tapak suci rokan hilir juga dapat menciptakan kader-kader baru yang propesional. yang dapat mengembangkan ke setiap daerah-daerah yang ada di rokan hilir. Diantaranya adalah:

1. Muhammad sholihin (Pelatih di kecamatan Rimba Melintang, 2008/2009 )

2. Ricko (Pelatih di kecamatan tanah putih sedingginan 2007/sekarang)

3. Nurul hidayat/eka dwi sayutra (Pelatih di kecamatan bangko pusako, 2008/2009)

4. Muhammad Ridwan (Pelatih di kecamatan bagan sinembah, 2008/sekarang)

5. Ali said (Pelatih di kecamatan bangko, 2008/2009)

6. Dan masih ada yang lainnya.

Masing-masing dari mereka telah menumbuhkan atlit-atlit tangguh dan propesional, serta berkat kerja keras dan ketangguhan mereka telah tumbuh kader-kader baru, sebagai regenerasi kader-kader tapak suci rokan hilir terdahulu. samapai sekarang tapak suci rokan hilir dapat bersaing di ajang kejuaraan. baik itu kejuaraan daerah maupun nasional.

Itulah segelincir sejarah lahirnya tapak suci Rokan hilir, yang dibawa oleh seorang kader dasar dari medan Rustam effendi Lubis. Dan menjadi bukti bahwa perjuangan yang dilakukan selama bertahun-tahun tidak sia-sia.

Tetap lah maju dan terus raih prestasi sampai ketingkat dunia TAPAK SUCI ROKAN HILIR......!!!

Disusun Oleh: Muhammad Sholihin

Kader Dasar Tapak Suci



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer